Jumat, 20 November 2009

Belajar dari Lebah

dakwatuna.com – Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peran dan tugas apa pun yang dia emban akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera membutuhkan manusia-manusia seperti itu. Menjadi apa pun, ia akan menjadi yang terbaik; apa pun peran dan fungsinya maka segala yang ia lakukan adalah hal-hal yang membuat orang lain, lingkungannya menjadi bahagia dan sejahtera.

Nah, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah. Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, “Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)

Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan seorang mukmin, seperti berikut ini:

Hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.

Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat jauh berbeda dengan lalat. Serangga yang terakhir amat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu atau nektar.

Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 168)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf: 157)

Karenanya, jika ia mendapatkan amanah dia akan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan melakukan korupsi, pencurian, penyalahgunaan wewenang, manipulasi, penipuan, dan dusta. Sebab, segala kekayaan hasil perbuatan-perbuatan tadi adalah merupakan khabaits (kebusukan).

Mengeluarkan yang bersih.

Siapa yang tidak kenal madu lebah. Semuanya tahu bahwa madu mempunyai khasiat untuk kesehatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Dia produktif dengan kebaikan, bahkan dari organ tubuh yang pada binatang lain hanya melahirkan sesuatu yang menjijikan. Belakangan, ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan: liurnya!

Seorang mukmin adalah orang yang produktif dengan kebajikan. “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.

Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.

Tidak pernah merusak

Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merusak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun: baik material maupun nonmaterial. Bahkan dia selalu melakukan perbaikan-perbaikan terhadap yang dilakukan orang lain dengan cara-cara yang tepat. Dia melakukan perbaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu. Jika kerusakan terjadi akibat korupsi, ia memberantasnya dengan menjauhi perilaku buruk itu dan mengajukan koruptor ke pengadilan.

Bekerja keras

Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras? “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)

Kerja keras dan semangat pantang kendur itu lebih dituntut lagi dalam upaya menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang banyak yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya “dirugikan” dalam upaya penegakkan keadilan.

Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan

Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)

Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu

Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.

Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl. Allahu a’lam. []

Life is good

Life is good…

Life is good, yeah life is good.

Jika anda merasa kesal dengan kopi yang diracik terlalu pahit pagi ini. Di seberang pintu rumah anda yang nyaman itu ada pekerja kasar yang bahkan tak sempat minum segelas air putih ketika berangkat ke tempat kerja pagi ini.

Life is good, yeah life is good.

Jika anda merasa suntuk dengan pekerjaan menumpuk yang tak ada habis-habisnya. Di luar pintu kantor anda yang sejuk ber-ac itu ada banyak orang yang berjalan lesu di bawah terik matahari dengan harapan besar ada orang yang akan memberinya pekerjaan agar dia bisa membeli makan.

Life is good, yeah life is good.

Jika anda merasa marah karena pasangan anda yang tidak memahami keinginan anda. Di sebelah tembok surga kecil anda yang indah itu ada banyak orang-orang yang frustrasi melakukan banyak cara sampai-sampai ingin bunuh diri agar mendapat pasangan.

Life is good, yeah life is good.

Jika anak anda membuat anda marah dan ingin memukul mereka. Ingatlah berita yang pernah sampai kepada anda tentang begitu banyak pasangan yang rela mengorbankan apa saja agar mereka memperoleh keturunan, satu orang saja setidaknya.

Life is good, yeah life is good.

Jika macetnya jalan membuat anda mengeluh dan ingin memaki orang-orang. Di luar sedan anda yang nyaman dan dingin itu banyak orang yang bahkan harus bekerja keras mendorong kursi rodanya agar bisa sampai ke tempat tujuan.

Life is good, yeah life is good.

Jika bos anda marah-marah di kantor dan anda ingin melampiaskan kepada orang terdekat anda. Dengarlah tangisan para narapidana yang mendekam di balik jeruji besi menyesali dirinya karena melakukan kekerasan yang tidak dapat dikendalikannya.

Life is good, yeah life is good.

Jika Anda marah karena gaji yang dibayar telat. Datanglah ke pasar-pasar dan lihatlah begitu banyak pengemis yang menadahkan tangan seharian dan orang-orang menoleh pun enggan kepada mereka.

Life is good, yeah life is good.

Jika anda tak puas dengan kehidupan ini. Datanglah ke rumah sakit, pandangi wajah-wajah para pesakitan yang menahan sakit di tubuh mereka.

Life is good, yeah life is good.

Jika sekolah membuat anda bosan. Bacalah Koran hari ini, lihat seberapa banyak berita yang mengatakan anak-anak yang berkeliaran di jalan karena tak punya biaya untuk sekolah?

Life is good, yeah life is good.

Jika anda merasa selalu kekurangan uang. Mengapa tidak berusaha menambahnya dengan bekerja lebih baik, memperbaiki cara berpikir yang lebih positif, bersyukur lebih banyak?

Life is good , yeah life is REALLY good.

Mari Bersyukur, karena hidup ini begitu indaH(http://maisyafree.com/life-is-good…)

Dialog Jibril,Cacing, Kerbau

Suatu hari Allah s.w.t. memerintahkan malaikat Jibri a.s. untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya yaitu kerbau dan menanyakan pada si kerbau apakah dia senang telah diciptakan Allah s.w.t. sebagai seekor kerbau. Malaikat Jibril a.s. segera pergi menemui si Kerbau.

Di siang yang panas itu si kerbau sedang berendam di sungai. Malaikat Jibril a.s. mendatanginya kemudian mulai bertanya kepada si kerbau, "Hai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah s.w.t. sebagai seekor kerbau". Si kerbau menjawab, "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah s.w.t. yang telah menjadikan aku sebagai seekor kerbau, daripada aku dijadikan-Nya sebagai seekor kelelawar yang ia mandi dengan kencingnya sendiri". Mendengar jawaban itu Malaikat Jibril a.s. segera pergi menemui seekor kelelawar.

Malaikat Jibril a.s. mendatanginya seekor kelelawar yang siang itu sedang tidur bergantungan di dalam sebuah gua. Kemudian mulai bertanya kepada si kelelawar, "Hai kelelawar apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah s.w.t. sebagai seekor kelelawar". "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah s.w.t. yang telah menjadikan aku sebagai seekor kelelawar dari pada aku dijadikan-Nya seekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggal di dalam tanah, berjalannya saja menggunakan perutnya", jawab si kelelawar. Mendengar jawaban itu pun Malaikat Jibril a.s. segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap di atas tanah.

Malaikat Jibril a.s. bertanya kepada si cacing, "Wahai cacing kecil apakah kamu senang telah dijadikan Allah s.w.t. sebagai seekor cacing". Si cacing menjawab, " Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah s.w.t. yang telah menjadikan aku sebagai seekor cacing, dari pada dijadikaan-Nya aku sebagai seorang manusia. Apabila mereka tidak memiliki iman yang sempurna dan tidak beramal soleh ketika mereka mati mereka akan disiksa selama-lamanya".




The source
(www.dongengkakrico.com/www.kisahteladan.com)

(SELESAI)

Thanks God I Can still Cry

Sebelumnya biasa terdengar bila ada yang curhat atau sharing ma qta, biasa ada kata yang terlintas " jangan menangis, itu pertanda kamu cengeng. tapi mungkin dengan membaca ini paling tidak ada yang berubah dalam cara pandang kita.

"Wales - UK. Menangis identik dengan perilaku anak kecil. Takut, lapar, sakit selalu bikin anak kecil menangis. Tapi bocah Inggris 3,5 tahun tidak boleh menangis sepanjang hidup karena bisa berisiko menyebabkan kematian. Menangis bagi Tianna Lewis McHugh sama saja dengan bunuh diri.

Tianna harus berusaha keras untuk tidak menangis karena menangis bisa memicu napas berhenti. Tianna sudah menderita penyakit ini selama 2 tahun. Orangtuanya, Ceri Lewis dan Andy McHugh setiap hari dan setiap saat harus berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan Tianna tidak menangis.

Tianna pertama kali terdiagnosa penyakit Reflex Anoxic Seizure (RAS) ketika berusia 18 bulan. Penyakit ini membuatnya seperti orang meninggal ketika mendapatkan serangan tersebut. Saat terjadi serangan kulitnya berubah menjadi pucat, tubuhnya menegang, jantungnya berhenti berdetak dan napasnya pun berhenti.

Ceri Lewis (23 tahun) yang bekerja sebagai resepsionis hotel di Wrexham, Wales Utara, merasa histeris saat pertama kali melihat putrinya menunjukkan gejala-gejala RAS. Sang ibu langsung mengangkat Tianna dan mendapati si bocah menangis yang sedetik kemudian Tiana tampak seperti telah meninggal.

"Kulit Tianna berubah pucat, bibir dan sekitar matanya berwarna biru serta bola matanya berputar ke belakang. Seketika tubuhnya menegang dan punggungnya melengkung, saya pikir dia sudah mati," ujar Ceri Lewis, seperti dikutip dari News.com.au, Jumat (13/11/2009) .

Andy, sang ayah pun langsung mencoba untuk menyadarkan putrinya dengan meletakkan mulutnya di mulut sang putri serta menutup hidungnya untuk membuat napas buatan. "Setelah lima sampai enam kali napas buatan Tianna mulai bisa menarik napas kembali dan menangis dengan bola mata yang hampir keluar," ujar sang ayah.

Saat itu juga Tianna langsung dibawa ke ruang gawat darurat Wrexham Maelor Hospital, tapi dokter tidak dapat mendiagnosa apa penyakit Tianna. Dua minggu kemudian serangan tersebut datang kembali dan berlangsung hingga 2 jam yang membuat Tianna harus berjuang keras untuk hidup. Saat itu dokter mengatakan jika terlambat membawanya dalam waktu 10 menit saja, Tianna bisa meninggal atau menderita kerusakan otak serius.

Beruntungnya Tianna bisa dibawa pulang kembali setelah dirawat selama 4 hari, dan dokter mulai menyadari bahwa Tianna mengalami Reflex Anoxic Seizure. Mulai saat itu jika dilihatnya Tianna ingin menangis, maka orangtuanya harus mengibaskan air di wajahnya untuk membuatnya tenang dan terhindar dari shock. Selama 2 tahun ini kedua orangtuanya sangat berhati-hati agar tidak membuat Tianna shock, terluka atau ketakutan yang bisa memicunya untuk menangis.

"Dia anak yang hiperaktif, banyak bicara, ceria dan berkembang dengan baik untuk seusianya. Bagi kami dia adalah seorang malaikat kecil dan penyakit ini akan membuat kami lebih menghargai dan mencintai dirinya," ujar Ceri Lewis.

Reflex Anoxic Seizure biasanya terjadi karena terhambatnya pasokan darah ke otak. Penyakit ini bukanlah epilepsi atau serangan napas yang tertahan. Reaksi ini terjadi karena adanya rangsangan yang tidak terduga seperti rasa sakit, takut, khawatir bisa juga karena udara yang terlalu panas atau dingin saat mandi. Faktor pemicu ini bisa menyebabkan jantung berhenti berdetak atau secara dramatis melambat.

Diperkirakan 8 dari 1.000 anak-anak usia prasekolah menderita penyakit ini. Anak yang paling banyak menderita penyakit ini adalah usia 6 bulan hingga 2 tahun, namun bisa juga menyerang saat remaja atau dewasa"

Setelah membaca artikel ini, saya merasa harus selalu bersyukur atas apa yang diberika olehNya. Biarpun hanya dengan anugrah darinya berupa senyuman, tangisan, dan ekspresi yang lainnya.
Paling tidak dengan melihat ini saya bisa berkata" Alhamdulillah, saya masih bisa menangis dan tak terjadi penyakit apapun karena tangisan saya.
(taken from detikhealth.com)

Senin, 16 November 2009

Manusia Memiliki Power

Manusia memiliki power untuk menentukan pilihannya. Tuhan menentukan takdir, manusia menentukan nasib. Takdir? Nasib? Nasib bagian dari takdir,kan?

Manusia diberikan kemampuan untuk berpikir, memiliki akal, kelebihan yang tidak dimiliki oleh ciptaan Tuhan yang lain, malaikat, devil dan lain sebagainya.

Tapi, sering kali saya menganggap bahwa setan memiliki banyak AKAL yang membuat kita mengikutinya.Oh, no no no, tidak, itu karena dampak dari proses berpikir kita yang membuat kita mengikuti jalan yang diberikan oleh setan. Devils only show the way, we THINK and CHOOSE it.

Tapi, apa kita benar2 memilih?

Atau Tuhan sebenarnya telah memilihkan pilihan untuk kita?

Teringat pembicaraan dengan tiga orang teman. Kind of short conversation, tapi cukup memacu saya untuk mencari jawaban yang dapat menyanggah mereka, bukan untuk merubah pandangan mereka, tapi untuk menegaskan diri sendiri bahwa pendapat saya tidak salah juga. Saya berpendapat bahwa Tuhan yang telah menentukan pilihan kita, tanpa memberikan kuasa untuk memilih. Hanya saja, kita SEOLAH-OLAH memilih. Saya dibantah. Diam. Namun tetap memegang prinsip itu.

Manusia tercipta ada yang baik dan ada yang jahat. Banyak yang bilang bahwa kita yang menentukan pilihan untuk menjadi baik atau jahat. Tapi, saya masih menganggap kalau perkara menjadi manusia baik dan jahat itu Tuhan juga yang menentukan. Kalau dikaitkan dengan ayat ini:

“Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.” (Al-A’raf:178).

What else i could say? Mungkin saya terlalu menelan bulat2 makna dari ayat ini. tapi apa makna sebenarnya? Apa yang salah dengan interpretasi saya bahwa Tuhan telah menentukan kaum yang jahat dan yang baik?

Yang lebih menguatkan pendapat bahwa Tuhan yang menentukan adalah karena Tuhan menciptakan semuanya dengan dikotominya masing-masing. laki-laki perempuan, siang-malam, jahat-baik. Tuhan menciptakan sesuatu yang baik, maka Tuhan juga akan menciptakan yang jahat/buruk.
yaa kalo dipikir2, kasian dong kaum yang diciptakan memainkan peran jahat di dunia ini? well, He owns us, right? He has the right. Bersyukurlah kita kalo kita termasuk kaum yang baik.

Let’s cruise to the 2nd surah. Al-Baqarah 30. Tertulis “...sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi” lalu malaikat bertanya masih dalam ayat yang sama “... ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi itu, orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah...”

Baru setelah itu, Tuhan menjelaskan tentang penciptaan Adam. Di ayat 35, disampaikan “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini...dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dhalim”

Dari dua ayat ini, dapat dilihat bahwa Tuhan memang berencana untuk menciptakan bumi untuk dihuni oleh manusia. Bahwa Tuhan telah mengetahui perbuatan manusia yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah (dan bener aja kan??). Dan seolah-olah memberikan pilihan bagi Adam untuk memakan-atau-tidak pohon itu. Padahal sesungguhnya Tuhan telah tahu jawabannya. Tuhan emang sudah berencana mengirim manusia ke bumi. right?

Tuhan telah memiliki rencana akan segala sesuatunya. Telah tercipta alur-alur yang tersodorkan oleh kita dalam bentuk pilihan yang akan ditempuh dan membuat keterhubungan, jaringan yang semakin meluas dan berimbas kepada semua hal, affect every single thing in, not only, our lives, but also the others.

Lalu, SEBENARNYA masih adakah pilihan untuk kita kalau Tuhan telah memilihnya? Memilihkah kita??? Seakan-akan diberi pilihan padahal Tuhan telah menentukannya.

Sang Gerbang Ilmu Pengetahuan

Pada suatu ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyatakan bahwa dirinya diibaratkan sebagai kota ilmu, sementara Ali bin Abi Thalib adalah gerbangnya ilmu. Mendengar pernyataan yang demikian, sekelompok kaum Khawarij tidak mempercayainya. Mereka tidak percaya, apa benar Ali bin Abi Thalib cukup pandai sehingga ia mendapat julukan "gerbang ilmu" dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Berkumpullah sepuluh orang dari kaum Khawarij. Kemudian mereka bermusyawarah untuk menguji kebenaran pernyataan Rasulullah tersebut. Seorang di antara mereka berkata, "Mari sekarang kita tanyakan pada Ali tentang suatu masalah saja. Bagaimana jawaban Ali tentang masalah itu. Kita bisa menilai seberapa jauh kepandaiannya. Bagaimana? Apakah kalian setuju?" "Setuju!" jawab mereka serentak. "Tetapi sebaiknya kita bertanya secara bergiliran saja", saran yang lain. "Dengan begitu kita dapat mencari kelemahan Ali. Namun bila jawaban Ali nanti selalu berbeda-beda, barulah kita percaya bahwa memang Ali adalah orang yang cerdas."
"Baik juga saranmu itu. Mari kita laksanakan!" sahut yang lainnya. Hari yang telah ditentukan telah tiba. Orang pertama datang menemui Ali lantas bertanya, "Manakah yang lebih utama, ilmu atau harta?" "Tentu saja lebih utama ilmu," jawab Ali tegas.
"Ilmu adalah warisan para Nabi dan Rasul, sedangkan harta adalah warisan Qarun, Fir'aun, Namrud dan lain-lainnya," Ali menerangkan. Setelah mendengan jawaban Ali

yang demikian, orang itu kemudian mohon diri. Tak lama kemudian datang orang kedua dan bertanya kepada Ali dengan pertanyaan yang sama. "Manakah yang lebih utama, ilmu atau harta?" "Lebih utama ilmu dibanding harta," jawab Ali. "Mengapa?" "Karena ilmu akan menjaga dirimu, sementara harta malah sebaliknya, engkau harus menjaganya. "Orang kedua itu pun pergi setelah mendengar jawaban Ali seperti itu. Orang ketiga pun datang menyusul dan bertanya seperti orang sebelumnya. "Bagaimana pendapat tuan bila ilmu dibandingkan dengan harta?" Ali kemudian menjawab bahwa, "Harta lebih rendah dibandingkan dengan ilmu?" "Mengapa bisa demikian tuan?" tanya orang itu penasaran. "Sebab orang yang mempunyai banyak harta akan mempunyai banyak musuh. Sedangkan orang yang kaya ilmu akan banyak orang yang menyayanginya dan hormat kepadanya." Setelah orang itu pergi, tak lama kemudian orang keempat pun datang dan menanyakan permasalahan yang sama. Setelah mendengar pertanyaan yang diajukan oleh orang itu, Ali pun kemudian menjawab, "Ya, jelas-jelas lebih utama ilmu." "Apa yang menyebabkan demikian?" tanya orang itu mendesak.
"Karena bila engkau pergunakan harta," jawab Ali, "jelas-jelas harta akan semakin berkurang. Namun bila ilmu yang engkau pergunakan, maka akan semakin bertambah banyak."
Orang kelima kemudian datang setelah kepergian orang keempat dari hadapan Ali. Ketika menjawab pertanyaan orang ini, Ali pun menerangkan, "Jika pemilik harta ada yang menyebutnya pelit, sedangkan pemilik ilmu akan dihargai dan disegani." Orang keenam lalu menjumpai Ali dengan pertanyaan yang sama pula. Namun tetap saja Ali mengemukakan alasan yang berbeda. Jawaban Ali tersebut ialah, "Harta akan selalu dijaga dari kejahatan, sedangkan ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan, lagi pula ilmu akan menjagamu." Dengan pertanyaan yang sama orang ketujuh datang kepada Ali. Pertanyaan itu kemudian dijawab Ali, "Pemilik ilmu akan diberi syafa'at oleh Allah Subhaanahu wa Ta'ala di hari kiamat nanti, sementara pemilik harta akan dihisab oleh Allah kelak."
Kemudian kesepuluh orang itu berkumpul lagi. Mereka yang sudah bertanya kepada Ali mengutarakan jawaban yang diberikan Ali. Mereka tak menduga setelah mendengar setiap jawaban, ternyata alasan yang diberikan Ali selalu berbeda. Sekarang tinggal tiga orang yang belum melaksanakan tugasnya. Mereka yakin bahwa tiga orang itu akan bisa mencari celah kelemahan Ali. Sebab ketiga orang itu dianggap yang paling pandai di antara mereka.
Orang kedelapan menghadap Ali lantas bertanya, "Antara ilmu dan harta, manakah yang lebih utama wahai Ali?" "Tentunya lebih utama dan lebih penting ilmu," jawab Ali.
"Kenapa begitu?" tanyanya lagi. "Dalam waktu yang lama," kata Ali menerangkan, "harta akan habis, sedangkan ilmu malah sebaliknya, ilmu akan abadi." Orang kesembilan datang dengan pertanyaan tersebut. "Seseorang yang banyak harta", jawab Ali pada orang ini, "akan dijunjung tinggi hanya karena hartanya. Sedangkan orang yang kaya ilmu dianggap intelektual."
Sampailah giliran orang terakhir. Ia pun bertanya pada Ali hal yang sama. Ali menjawab, "Harta akan membuatmu tidak tenang dengan kata lain akan mengeraskan hatimu. Tetapi, ilmu sebaliknya, akan menyinari hatimu hingga hatimu akan menjadi terang dan tentram karenanya."
Ali pun kemudian menyadari bahwa dirinya telah diuji oleh orang-orang itu. Sehingga dia berkata, "Andaikata engkau datangkan semua orang untuk bertanya, insya Allah akan aku jawab dengan jawaban yang berbeda-beda pula, selagi aku masih hidup."
Kesepuluh orang itu akhirnya menyerah. Mereka percaya bahwa apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di atas adalah benar adanya. Dan ali memang pantas mendapat julukan "gerbang ilmu". Sedang mengenai diri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sudah tidak perlu diragukan lagi.

(THE SOURCE: REPUBLIKA ONLINE)

Be Yourself

Saya mendapat cerita ini dari seseorang yang telah membantu membimbing saya kearah yang lebih baik. . . tapi isi ceritanya dengan beberapa penambahan dari saya y…hehe:)

Cerita ini bisa dibilang dongeng, tentang binatang- binatang,,mmmm fabel ya namanya…begini ceritanya…..

Di sebuah hutan rimba, banyak sekali terdapat binatang, ada tupai yang loncat kesana kemari dari satu dahan pohon ke dahan yang lain, ada sapi yang mengunyah rumput, monyet yang bergelantungan, ikan- ikan yang berenang di danau dan masih banyak lagi, pokoknya kesibukan para penghuni hutan. Tapi dibalik pohon- pohon yang rimbun ada seekor bayi singa yang baru lahir terpisah dari induknya. Ia menangis, dan terus menangis tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, ia hanya ingin ada yang mengasihinya…

Seekor ibu kambing tiba- tiba melintas, mendengar tangisan bayi singa, ibu kambing merasa kasihan. Diangkatnya bayi singa itu dari tanah dan dinaikkannya di punggungnya kemudian dibawa pulang.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, sang bayi singa kini telah remaja. Bersama anak- anak kambing yang lain ia bermain, mengunyah rumput, dan berkejar-kejaran…

Di suatu pagi yang cerah, terdengar keributan,,binatang- binatang yang lain berlarian, mencari tempat yang aman untuk berlindung, menghindari sang pemangsa…

Tiba- tiba dari kejauhan muncullah sesosok binatang besar, dengan taring yang mengancam, kuku tajam yang siap merobek mangsanya. AAUUUMMMM….!!!!.binatang itu mengaum..Seekor singa telah memecah kedamaian di pagi itu.

Tak terkecuali ibu kambing dan anak- anaknya,, mereka pun ikut berlari agar tak menjadi sarapan pagi bagi si raja singa, sang raja rimba…Bayi singa yang telah remaja pun tak urung ikut berlari, mencari tempat persembunyian…

“Ayo! kau lawan singa itu!!”tiba- tiba ibu kambing menyentaknya.

“Aku takuut. . . .”singa remaja menggigil ketakutan..

Singa sang Raja Rimba kemudian menyadari ada singa remaja di situ. Ia sempat tertegun. “Mengapa di sini juga ada singa??”pikir si raja rimba..

“Majulah lawan singa itu, sebelum kami semua dimakannya…”ibu kambing terus mendesaknya..

“Akuu…akuu…”perlahan dengan gemetar, singa remaja akhirnya mencoba menghadapi raja singa,,,

Tiba- tiba…!!

“Mbekk…..Mbekk…Mbekkk”..keluarlah suara itu dari singa remaja, maksud hati ingin mengusir raja singa dengan auman yang seharusnya dimiliki seekor singa, tapi yang terdengar adalah mmbikan ciri khas seekor kambing..

“Ha…ha…ha…” terdengar tawa raja singa menggelegar,, “kemari kau singa kecil,,,”raja singa mendekati singa remaja..”ikut aku..”dan digiringnya singa remaja ke sebuah danau.

“Lihatlah ke dalam danau itu, lihat dan perhatikan wajahmu..”sang raja singa menarik si singa remaja mendekati danau dan singa remaja melihat pantulan wajahnya.

“Kau lihat? Perhatikanlah wajah kita berdua begitu mirip, tidakkah kau merasa kau itu sama seperti aku??”tanya raja singa. Singa remaja memperhatikan bayangan pantulan wajahnya dan wajah si raja singa. Memang mirip, matanya, hidung, giginya, bulu-bulunya. Dan mereka tidak mempunyai tanduk seperti ibu kambing dan anak-anaknya..

“Benar..kita sama”jawab si singa remaja. “Kalau begitu mengaumlah, jangan kau mengembik seperti anak kambing!”.”Mbekk..Mmbekkk”masih terdengar mbikan dari mulut singa remaja….”Mbek…mbekk….a.a.a..aaa”singa remaja terus berusaha,,,,,,,,,,”AAAAAAAUUUMMMMMMM!!!””terdengar auman yang tak kalah menggelegarnya, singa remaja kini bisa mengaum,, sebab ia bukan seekor kambing tapi ia seekor singa.

–The end–

Kira- kira apa hikmah yang bisa kita ambil dari cerita di atas??

Teman, kadangkala kita tidak tahu apa harapan kita, or cita- cita kita, kenapa?karena kita mungkin tidak menemukan dan membangunkan raksasa yang sedang tertidur dalam diri kita..yaitu POTENSI!!

Ingat, POTENSI yang begitu besar, mungkin sebenarnya ada dalam diri kita. Seperti halnya gunung es. Tau gunung es kan??iiiaaa gunung es yang kalo kita kasih sirup di atasnya pasti seger banget, trus di bagiin ke orang-orang, enak tuh, ih ngaco jangan di coba loh. Gunung es biasanya terapung di atas laut. Kalo gak percaya, coba aja mampir ke kutub utara tuk liatin beneran ngapung gak?

Yang kita lihat gunung es itu tampak kecil. Tapi tahukah, bahwa sebenarnya di bawah air, ada bongkahan bagian bawah gunung es yang buessaaaarrrrrrrrr..banget, gak keliatan karena tertutup air laut. Jadi yang nongol di atasnya cuma puncaknya ajahh..

Seperti kisah di atas, mungkin selama ini kita hidup seperti si bayi singa, hidup biasa- biasa aja, mengikuti lingkungan sekitar. Tanpa pernah tau bahwa kita adalah singa ganas yang punya kelebihan dibanding kambing, dan ditakuti.

Mungkin, kita punya potensi menulis, melukis, membuat kerajinan, bikin puisi dan masih banyak lagi, dari yang kita anggap sekedar hobi kayak maen catur, maen bulu tangkis ternyata bisa mengantar ke jejak olimpiade..Aaaminnn,,,siapa tau kan??so, jangan berputus asa kalau kita ternyata gak bisa jadi dokter, polisi, atau presiden sekalipun..tapi yakinlah, Alloh gak nyiptain kita sia- sia, kita punya POTENSI yang kan muncul bila digali terus. Oks, friends selama yang kita hobiin itu baik, lanjutkanlah, lebih cepat lebih baik..pro POTENSI ..hehe :P